Tether akan meluncurkan Stablecoin yang dipatok pada Dirham di Blockchain TON

Pada acara TON Gateway di Dubai, Manajer Kemitraan Strategis Senior Tether, Alessandro Giori, mengungkapkan bahwa perusahaan berencana untuk menerbitkan stablecoin yang dipatok dengan Dirham Uni Emirat Arab (AED) pada blockchain TON.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Tether untuk berekspansi ke Timur Tengah dengan meluncurkan mata uang digital yang dikaitkan dengan mata uang nasional UEA.

Stablecoin baru yang dipatok pada AED bertujuan untuk memperlancar transaksi keuangan di kawasan tersebut, menawarkan opsi mata uang digital stabil yang meningkatkan aksesibilitas dan keandalan dalam keuangan digital.

Tether telah meluncurkan stablecoin yang dipatok dalam dolar AS di TON Blockchain. Dengan memperkenalkan stablecoin yang dipatok dalam AED ke platform ini, yang dikenal karena skalabilitas, efisiensi, dan komunitasnya yang besar melalui Telegram, Tether bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Integrasi ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi yang lebih lancar dan membangun kepercayaan yang lebih besar terhadap mata uang digital.

Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi Tether yang lebih luas untuk mendiversifikasi portofolio stablecoinnya, memenuhi berbagai kebutuhan pasar dengan mata uang digital yang dipatok ke berbagai mata uang fiat.

Tether (USDT) tetap menjadi pemain dominan di pasar stablecoin, yang biasanya mencakup sekitar 60-70% dari total kapitalisasi pasar.

Penggunaan Tether yang luas dalam perdagangan berpasangan di berbagai bursa, reputasinya yang mapan, dan cadangan yang didukung asetnya berkontribusi pada posisi terdepannya. Dominasi ini menggarisbawahi peran penting Tether dalam menyediakan likuiditas dan memfasilitasi transaksi dalam ekosistem mata uang kripto.

UEA berada di garis depan pergerakan aset digital, memantapkan dirinya sebagai pemimpin global dalam inovasi blockchain dan mata uang kripto. Pemerintah telah menerapkan kerangka regulasi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital sekaligus memastikan perlindungan investor.

Inisiatif utama meliputi pendirian Pusat Kripto Dubai Multi Commodities Centre (DMCC), yang mendukung bisnis kripto, dan Pasar Global Abu Dhabi (ADGM), yang memiliki kerangka regulasi sendiri untuk aset digital.

Bank Sentral UEA telah memperkenalkan pedoman untuk mata uang kripto dan secara aktif mengeksplorasi potensi mata uang digital bank sentral (CBDC). Selain itu, UEA menyelenggarakan berbagai konferensi dan acara blockchain, yang menarik minat bakat dan investasi internasional.

Sumber : cryptotvplus.com